Keuntungan hidup vegan di Indonesia

Banyak yang menyangka hidup vegan di Indonesia itu susah. Kenyataannya tidak demikian. Lifestyle Vegan di Indonesia telah berkembang pesat. Selain itu ada juga banyak keuntungan hidup vegan terutama di Indonesia. Setelah setahun menjadi vegan berikut adalah keuntungan-keuntungan yang aku dapatkan dari menjadi vegan di Indonesia

Meningkatkan ilmu memasak

Keuntungan menjadi vegan adalah meningkatkan ilmu memasak. Dari dulu aku suka masak, sebagai seorang vegan, lebih aman untuk memasak makanan sendiri daripada makan diluar karena kamu dapat mengontrol bahan bahan masakan yang kamu gunakan. Sekarang pun sudah banyak facebook page yang khusus untuk resep masakan vegan seperti Tasty Vegetarian. Aku belajar bahwa dalam sebuah hidangan yang terpenting bukanlah bahan utama dari masakan tersebut tapi lebih kepada cara membumbui masakan.

Pengeluaran jadi lebih sedikit 

Keuntungan yang lain hidup vegan di Indonesia adalah menghemat uang belanja. Kebanyakan aku belanja di pasar tradisional daripada belanja di supermarket. Dalam seminggu biasanya aku menghabiskan Rp 50,000 (kurang lebih Rp 7,000 per hari)  dimana mayoritas dari belanjaan tersebut adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Belanja di Pasar Tradisional lebih mengasyikkan karena selain harganya yang murah, kebanyakan sayur-sayuran dan buah-buahan masih fresh. Selain itu jika kita makan di warung secara otomatis makanan sayur-sayuran seperti tempe, tahu atau oseng-oseng jauh lebih murah daripada masakan normal daging. Kalau belanja di pasar tradisional, sempatkan juga untuk belanja jajan pasar. Kamu bakal terkejut dengan banyaknya jajan pasar yang 100% vegan di Indonesia, seperti bubur injin, pia kelapa ataupun klepon. Ini salah satu keuntungan untuk menjadi vegan di Indonesia karena sejatinya jajan awal Indonesia kebanyakan menggunakan kelapa sebagai base untuk segala jenis masakan.

Lebih jarang sakit

Dulu sebelum aku menjadi vegan paling tidak sebulan sekali aku pasti kena keracunan makanan atau diare. Kebanyakan karena makan makanan mengandung daging yang tidak bersih atau  jajan di luar yang tidak jelas asalnya dari mana. Biasanya dari makan sate atau bakso. Setelah menjadi vegan hal ini hampir tidak pernah terjadi. Akhir-akhir ini banyak artikel atau berita yang menceritakan tentang daging oplosan: daging yang dicampur dengan daging hewan lain seperti tikus, anjing atau babi. Tentunya kita tidak bisa 100% yakin darimana asal daging yang kita konsumsi kecuali kalau kita sembelih sendiri.

Banyak muncul restoran vegetarian atau vegan di Indonesia

Tergantung dimana kamu tinggal, tapi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir aku melihat banyak restoran vegetarian dan vegan bermunculan di Indonesia. Terutama jika kamu tinggal di kota wisata seperti Bali telah banyak restoran bermunculan terutama restoran yang menawarkan makanan fusion (perpaduan antara masakan barat dengan bahan bahan lokal) dengan chef sekelas michelin. Selain restoran fusion juga banyak warung-warung penganut agama Hare Kreshna yang notabene vegetarian bermunculan di Indonesia. Aku banyak dibantu dengan menggunakan app seperti Happycow yang bisa merekomendasikan restoran-restoran vegetarian ataupun vegan di manapun kamu berada (di Indonesia ataupun di luar indonesia). Tips selanjutnya jika kamu menginginkan variasi masakan vegetarian, jangan ragu untuk makan di restaurant masakan chinese food karena mereka banyak menghidangkan sayur-sayuran.

Indonesia surganya buah-buahan

Sebelum aku menjadi vegan, aku bisa menghitung jari berapa kali aku makan buah dalam sebulan karena kebanyakan aku pasti akan beli snack tidak sehat seperti chiki yang banyak mengandung MSG. Ritual makan snack tengah malam kini digantikan dengan makan pepaya dan pisang. Selain mengenyangkan, makan buah juga baik untuk pencernaan. Setelah menjadi vegan baru saat ini aku mensyukuri hidup di negara tropis dengan berbagai macam pilihan buah-buahan.

Menjadi vegan itu gampang-gampang susah di Indonesia tapi bukan berarti sesuatu yang mustahil.