Bahaya Perut Buncit (Visceral Fat) – Interview dengan Dr. Yudith Annisa SpPD

Blog kali ini adalah spesial karena blog ini ditulis oleh kakakku, a fearless woman and amazing doctor : Dr Yudith Annisa Ayu Rezkita SpPD. Disini Dr Yudith mau bagi-bagi cerita dan ilmu mengenai paradigma diet dan bahaya punya perut buncit terutama jika kita memiliki visceral fat yang berlebihan. Kenapa aku rasa blog ini penting di share karena jujur aku pun baru tau yang namanya visceral fat dan bahayanya bagi tubuh kita. Selain itu baru-baru ini Dr. Yudith telah berhasil melangsingkan badannya dan mengurangi visceral fat secara drastis dengan ikutan program diet selama 90 hari. Perubahan yang bener-bener drastis. Aku yang sering melihat struggling nya kakakku untuk melangsingkan badan merasa case ini perlu di share. Yuk simak blog dan podcast dari Dr Yudith. Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan

Dr. Yudith before dan after program diet 

View this post on Instagram

Lemak itu cukup di bawah kulit saja, jangan didalam rongga perut. Sebelum diet saya tertegun mendapati sebuah foto bertuliskan "who are you?".. atau lebih tepatnya "which one is you?"… sudah pasti saya dulu adalah yang sebelah kiri sendiri. Betapa mengerikannya ya saya membiarkan organ dalam perut saya diselimuti benda kuning yang selalu mengeluarkan bahan bahan radang (yes lemak menghasilkan bahan bahan pro radang lho). Ga heran kalau saya selalu sakit sakitan. Tapi hidup itu adalah pilihan dan saya memilih ayo berubah. Saya ingin menjadi seperti yang sebelah kanan sendiri. Siapa lagi yang jaga badan kita kalau ga kita sendiri. So.. seperti kata pepatah. Busungkan dada, bukan busungkan perut ya?. Semangat yudith. Foto ini utk mengingatkan saya sejauh mana saya sudah berada. Semangat terus utk menghilangkan visceral fat? #tr90 #dietsehat #diettr90 #dietprogram #diet #visceralfat #healthylife

A post shared by dr. Yudith Annisa A.R., Sp.PD (@yudithannisa) on

Putar Podcast dibawah ini

Kenapa dulu aku selalu gagal diet

Tantangan untuk menurunkan berat badan itu setiap tahunnya berubah pada saat dulu pada usia muda hanya dengan olah raga sedikit saja bisa turun. Tapi seiring dengan bertambahnya usia, makin lama, makanan makin dikit, olahraga makin keras, eh turunnya makin dikit bahkan stagnan. Mau dipakein gaya apapun nggak bisa, dan kabar jeleknya juga, udah turunnya sedikit, setengah mati, hasilnya gak memuaskan, eh balik lagi kayak yo-yo.

Aku gak paham juga kenapa kok bisa gagal, dikirain apa karena, badannya sudah resisten atau sudah beradaptasi dengan segala macam exercise yang aku lakukan atau diet yang aku batasin. Jadi aku pikir “Apa badanku udah tahan dengan segala macam aktivitas keras sehingga tidak berefek? Jadi harus seberapa keras lagi aku harus berolah raga? Dan apakah badanku sudah beradaptasi dengan mengambil hanya sedikit nutrisi dari yang aku makan?. Lah aku harus makan berapa dikit lagi?” Jadi dulunya aku berpikir gagal karena itu.

Untuk bisa menghancurkan lemak kita harus punya mesin pembakar. Mesin pembakarnya itu adalah otot. Semakin kita bertambah umur terutama diatas 25 tahun, maka pembentukan otot dalam tubuh itu jadi semakin susah. Dan nggak semua orang dengan mudah membentuk massa otot tersebut. Karena selain faktor usia, juga ada faktor bahan modal pembentukan otot yang tidak cukup.

Bedanya dengan diet-diet terdahulu, dulu aku berpikir bagaimana caranya aku mengurangi asupan makanan, membuat badanku kelaparan dan meningkatkan aktivitas. Padahal kalau tidak dikasih asupan malah tambah nggak punya massa otot. Mau olahraga, kalau olahraganya salah dan tidak ada pengganti dari cadangan otot, maka ototnya akan hancur. Itulah kenapa diet-diet terdahulunya menjadi tidak berhasil. Karena mesin pembakarnya tidah terbentuk dan yang terjadi malah massa ototnya hilang, Yang ada pembakarannya semakin kecil dan kita semakin tidak bisa kurus, bahkan nantinya jadi yo-yo atau kembali ke bentuk asal. Karena mesinnya kecil tetapi makannya tetap, akhirnya lemak jadi numpuk kan?

Apakah berat badan masih jadi patokan utama untuk diet?

Paradigma yang ada di masyarakat sekarang adalah mereka pikir yang utama adalah berat badan. “Semakin berat badannya, semakin jelek. Semakin kecil berat badannya maka semakin bagus” Padahal belum tentu seperti itu. Berat badan tidak mencermikan kesehatan tubuh seseorang. Semakin banyak masa otot, maka kita akan semakin berat. Padahal semakin banyak massa otot berarti kita semakin sehat karena pasti lemaknya akan semakin sedikit. Jadi berat badan sekarang bukan lagi menjadi patokan.

Yang menjadi patokan utama sekarang adalah lemak. Ya benar dong, yang namanya orang gemuk pasti dilihat lemaknya, dan yang bikin jelek pasti lemaknya bukan ototnya. Dan lemak itu kalau dia sudah berlebih, maka tempat pertama yang akan jadi ukuran dan jadi tempat utamanya adalah di dalam rongga perut. Lemak yang ada di rongga perut itu kita sebut dengan Visceral Fat atau lemak organ. Sehingga lemak lemak itu akan berkumpul disana. Banyak itu yang massa ototnya kecil, tapi perutnya gede banget. Jadi sekarang patokan apakah seseorang itu gemuk atau tidak dilihat dari lingkar perut, bukan berat badan

Visceral Fat

Yang namanya fat atau lemak itu kalau ditanya gunanya ya ada. Gunanya adalah sebagai cadangan energi kita kalau kita sewaktu waktu sedang kekurangan energi, jadi kita tidak perlu harus menjadi tidak bertenaga, beraktifitas, atau bertahan hidup. Tapi yang namanya cadangan ya gak harus banyak-banyak. Kalau kebanyakan itu namanya tabungan. Lemak yang diperlukan cukup sampai lemak dibawah kulit saja. Ya dibawah tangan, dibawah kaki. Dibawah kulit-kulit yang tidak terlihat. Tapi kalau sudah berlebihan penyimpanan lemaknya maka ia akan mencari tempat lain yang sekiranya masih bisa ditempati. Tempat paling longgar adalah di rongga perut, dan segala sesuatu yang ada disitu sebetulnya sudah kelebihan. Jadi kalau ditanya Visceral Fat itu ada gunanya atau gak? ya nggak ada.

Jadi untuk orang-orang yang merasa dirinya kurus, jangan senang dulu. Diukur dulu lingkar perutnya. Dia sudah mencapai batas maksimal atau belum? Dan untuk orang yang merasa berat badannya besar, juga harus kita lihat dulu. Karena semua binaragawan contohnya, mereka tidak punya lemak lho! tapi karena mereka punya massa otot, mereka kelihatan beratnya pasti besar besar. Karena dia punya mesin pembakar yang besar maka binaragawan atau atlet atlet itu badannya kecil kecil tapi kalau ditimbang, berat badan mereka pasti besar-besar keliatannya seperti obesitas, padahal kenyataannya tidak. Dan pasti perut mereka kecil-kecil. Jadi buat kalian yang merasa badannya kecil, jangan senang dulu, karena bisa saja perutnya penuh dengan visceral fat.

 

Ukuran Lingkar Perut
Pria Wanita
Obesitas >90 cm >80 cm
Normal <89 cm <79 cm

Bahaya Visceral Fat

Bahayanya apa kalo kebanyakan Visceral fat? Bahayanya banyak banget, bisa bersifat lokal, yaitu didalam organ perut itu sendiri atau bersifat sistemik. yaitu mempunyai efek yang jelek diseluruh tubuh.

Kalau bahaya lokal, didalam perut itu ada liver, pankreas, usus, empedu, dan ginjal. Semua organ-organ yang ketutupan lemak ini pasti semua akan menjadi bermasalah. Contohnya kalau misalkan kebanyakan lemak di hati. Kalau hati ketempelan lemak, maka hati akan menjadi radang. Kalau radang, hati akan mengkerut. Ini disebut sebagai sirosis hati. Kalau sampai terjadi sirosis hati maka yang harus adalah transplantasi hati atau ganti hati. Kalau kita tidak ganti hati maka kita bisa mati karena hati kita akan mengecil.

Penyakit yang lain karena kelebihan visceral fat adalah rusak pankreas. Pankreas ini bisa kemasukan lemak akhirnya menjadi radang dan akan berujung dengan penyakit pankreatitis. Jadi setelah pankreasnya radang, dia akan mengeluarkan enzim-enzim perusak, atau enzim-enzim pencernaan yang tidak pada tempatnya. Sehingga pankreas ini bisa mencerna seluruh organ di dalam perut kita, dalam hitungan hari kita bisa mati.

Ada juga akibat sistemik yang lain, contohnya kelainan metabolisme. Bisa mencetuskan penyakit kecing manis atau Diabetes Melitus. Yang namanya lemak diperut sebegitu banyakanya bisa meningkatkan kolesterol. Kalau kolesterolnya naik, maka lemak akan tesebar dimana mana melalui darah. Kalau terjadi penumpukan maka bisa berbahaya. Kalau penumpukan di otak bisa jadi stroke. Kalau di jantung bisa jadi jantung koroner atau henti jantung. Kalau di pembuluh darah kaki itu namanya Ischemic Limb yang artinya pembuntuan pada pembuluh darah di kaki. Kalau sudah terbuntu, nggak dapat asupan makanan atau nutrisi maka kakinya akan menjadi mati. Satu-satunya cara ya harus di amputasi.

Iskemia Limb yang menyerang kaki – Foto diambil dari General Surgery Clinic

Yang namanya lemak itu ia adalah suatu zat yang bisa menghasilkan zat yang menghasilkan inflamasi (zat radang) Sehingga ia akan memicu proses proses radang lainnya. Iya kalau cuman penyakit metabolisme: Seperti Diabetes Melitus, kolesterol, atau stroke. (walaupun itu nggak sekedar “cuman”)Tetapi komponen radang itu dapat memicu timbulnya kanker. Banyak kanker-kanker yang timbul itu muncul karena proses radang yang terus menerus dalam tubuh.

Untuk mengurangi visceral fat ya kita harus memastikan cadangan (lemak) itu terpakai. Untuk bisa memastikan hal tersebut maka harus ada metabolisme yang besar atau pembakaran yang besar di dalam tubuh. Yaitu mesin yang besar.

Mau aktifitas nya sebesar apapun kalau mesinnya cuman sedikit ya hasilnya nggak akan bisa maksimal. Masak kita nggak tidur seharian, masak kita gak kerja. Masak kita kerjaannya hanya olahraga terus? Dan olahraganya harus menyiksa diri? Apakah ada yang tahan?Dan itu nggak mungkin dilakukan hanya dalam waktu satu hari. Yang dibutuhkan adalah aktivitas yang ringan tapi kita harus punya mesin yang besar. Yaitu massa otot yang besar.

Kalau ditanya makanan apa yang dapat membakar visceral fat? Ingat! Yang membakar adalah massa otot. Jadi kalau ditanya makanan yang bisa membakar adalah makanan yang bisa membentuk massa otot menjadi lebih banyak yaitu makanan yang tinggi akan kadar protein.

 

Dr Yudith Annisa Ayu Rezkita SpPD adalah dokter spesialis penyakit dalam, peneliti gastroentrology, adventurous traveler dan romantic woman.
Follow instagram dia di @yudithannisa