Entrepreneurship

Ketahui 5 hal ini sebelum melamar kerja di perusahaan startup

Kerja di perusahaan startup merupakan impian anak-anak jaman now. Kenapa tidak? banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan bekerja di perusahaan startup seperti waktu kerja yang fleksibel, program benefit yang unik, tim yang kecil dan juga kesempatan untuk memperoleh saham perusahaan di usia dini. Sebagai mantan rekruiter selama 5 tahun untuk perusahaan sosial startup dan juga tech startup, aku telah belajar banyak hal. Berikut adalah 5 hal yang harus kamu tau sebelum melamar kerja di perusahaan startup

Kenali misi dari startup tersebut

Sebelum melamar kerja di perusahaan startup sebaiknya kamu pahami benar benar apa misi dari perusahaan startup tersebut. Namanya juga perusahaan startup (baru dibangun), perusahaan ini terbilang masih baru dan belum memiliki fondasi dan struktur yang solid. Sehingga mengetahui misi adalah kunci utama sebelum kamu melamar kerja di perusahaan startup. Untuk memahami misi maka kamu harus melakukan riset kecil-kecilan di internet.

  • Kunjungi halaman “About Us” di dalam website startup tersebut. Biasanya misi akan dicantumkan disana.
  • Terkadang misi tidak akan dicantumkan secara eksplisit. Cari tahu problema apa yang ingin mereka tangani? dan solusi apa yang mereka tawarkan untuk mengatasi problema tersebut?

Pahami motivasi kenapa kamu mau kerja di perusahaan startup

Kesalahan utama dalam melamar pekerjaan di perusahaan startup adalah tidak mengetahui motivasi kenapa kamu mau kerja di perusahaan startup. Kembali lagi dengan melihat misi dari perusahaan tersebut, apakah kamu termotivasi untuk menyelesaikan problem yang ingin mereka tangani. Selain hal yang serius, terkadang motivasi jujur justru menarik bagi rekruiter. Contohnya dulu aku sempat menginterview salah satu kandidat untuk perusahaan startup di Bali, sewaktu aku tanya “Kenapa kamu mau kerja di perusahaan kami?” dia pun menjawab “Saya tertarik kerja di kantor yang ada kolam renangnya”. Buat aku ini malah jadi nilai plus karena satu dia berkata jujur dan kedua, dia sempat mempelajari kalau kantor kami memang ada kolam renangnya.

Jelaskan apa yang bisa kamu kontribusikan, bukan apa yang bisa kamu dapatkan

Perusahaan startup mencari orang yang bisa memberikan kontribusi kedalam perusahaan startupnya. Jujur saja startup ini baru dan mereka butuh orang-orang proaktif yang bisa membangun startup daripada mencari orang yang butuh belajar. Kebanyakan tim di startup tidak punya tenaga kerja yang cukup untuk memberikan training sehingga sebagai aplikan kamu harus proaktif. Apakah kondisi kerja seperti ini cocok untuk kamu? itu juga yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri.

Pahami startup culture perusahaan

Untuk mengetahui startup culture itu gampang-gampang susah.  Startup culture adalah ringkasan bagaimana tim bekerja, nilai nilai tim apa yang mereka junjung dan orang-orang seperti apa yang mereka cari.  Bagi beberapa perusahaan, startup culture biasanya dijelaskan secara eksplisit di halaman website mereka. Coba cek halaman “tentang kami” atau “bergabung bersama kami” atau “karir” sebelum melamar kerja di perusahaan startup.  Jika hal tersebut tidak dijelaskan secara eksplisit, coba pelajari website mereka dan perhatikan kata-kata sifat yang digunakan oleh perusahaan startup tersebut. Apakah kamu lebih tertarik dengan kata-kata “passion” atau “performance”, “impact” atau “profit”.

Set ekspektasi yang realistis

Sebelum melamar kerja di perusahaan startup, kamu harus membuat ekspektasi yang realistis. Ekspektasi disini adalah gaji, kualifikasi dan jenjang karir. Perusahaan startup biasanya adalah perusahaan dini, sehingga mereka belum bisa membayar gaji yang tinggi. Lain cerita jika perusahaan tersebut barusan mendapatkan funding jutaan dolar (kemungkinannya kecil sekali). Kamu harus siap bahwa perusahaan startup tidak selalu bisa menggaji tinggi, tapi mereka akan memberikan benefit-benefit lain yang bisa kamu gunakan sebagai pengganti gaji seperti allowance makan, tempat tinggal, gym membership. Selain itu coba cek kualifikasi yang mereka butuhkan, jika kamu merasa bahwa gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan kualifikasi yang diminta maka kamu bisa berdiskusi ini dengan hiring tim. Terakhir, adalah jenjang karir. Berbeda dengan perusahaan besar yang mana kamu bisa menjadi spesialis dan bekerja disana dalam kurun waktu 5-10 tahun, perusahaan startup biasanya belum punya jenjang karir yang solid jadi ekspektasikan kamu akan bekerja disana dalam waktu 2-5 tahun. Sebagai ganti dari jenjang karir, kamu diberikan kebebasan untuk membentuk dan menentukan arah dari perusahaan.

Teliti, rapi, sopan dan professional

Setelah kamu mempelajari di atas, kiat selanjutnya adalah selalu teliti dan presentasikan lamaran kerjamu secara profesional dan rapi. Kalau lamaran harus dikirimkan dengan menggunakan bahasa Inggris, mintalah teman kamu yang mungkin native speaker atau yang jago Bahasa Inggris untuk mengecek grammar dan ejaan. Pastikan kalau kamu mengikuti instruksi lamaran kerja langkah demi langkah. Dalam membuat CV ataupun motivation letter usahakan tidak lebih dari 2 halaman. Cantumkan apa saja yang diperlukan dan relevan dengan pekerjaan kamu. Jaga sikap profesionalitas dan sopan santun selama proses seleksi terutama datang tepat waktu untuk interview. Tunjukkan kalau kamu serius dan menginginkan posisi yang ditawarkan. Dan jika ternyata kamu tidak terpilih, jangan sakit hati, tetap ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk melewati proses seleksi. Dalam pengalamanku, terkadang pada saat ada posisi baru dibuka, kami akan memprioritaskan kandidat kandidat lama, yang sekiranya cocok dengan posisi tersebut. Jadi kalau bukan sekarang, bisa jadi 2-3 bulan lagi ada posisi lain yang dibuka.

 

Apa kamu pernah melamar di perusahaan startup sebelumnya? bagaimana pengalamanmu? apakah ada tips-tips lainnya? Bagi pengalamanmu di komen bawah