Entrepreneurship

5 jurus cold calling yang benar

Buat yang sering melakukan sales, cold calling adalah usaha untuk mendapatkan leads atau calon klien dengan menggunakan medium telpon. Kalau dilakukan dengan benar maka ini bisa jadi strategi jitu untuk sales. Tapi jika salah, brand kamu bisa ternoda. Cold calling bisa dibilang gampang-gampang susah. Setelah berkelut dengan telemarketing bertahun-tahun lamanya, berikut aku mau berbagi tips bagaimana melakukan cold calling yang benar

1. Persiapkan waktu dan pulsa

Sebelum melakukan cold calling, buat blok jadwal untuk melakukan cold calling tersebut. Biasakan untuk menelpon orang dari jam 10:00-11:00 disaat mereka sudah ada di kantor dan selesai mengurus urusan admin seperti email atau meeting dan bisa juga kamu menelpon sektiar jam 14:00-16:00 setelah jam makan siang. Biasakan juga untuk menelpon di hari Selasa, Rabu, Kamis karena hari Senin dan Jumat biasanya akan dipakai untuk rapat laporan. Persiapkan pula pulsa untuk menelpon, karena tidak oke kalau pada saat kamu menelpon orang yang bersangkutan, tiba-tiba telpon terputus ditengah jalan karena pulsamu habis. Cek provider mu karena terkadang mereka punya promo pulsa murah untuk menelpon operator lain atau menelpon nomor telpon rumah.

2. Persiapkan Script dan Tujuan

Jangan pernah berusaha untuk menjual sesuatu lewat telepon. Tujuanmu harus simple, yaitu membuat kontak pertama agar orang yang bersangkutan kenal denganmu dan juga membuka ruang untuk follow up selanjutnya: entah itu schedule meeting atau sekedar meminta kontak dari si calon klien. Untuk mendapatkan ini maka kamu harus mempersiapkan script sebelum menelpon orang tersebut. Untuk membuat script kamu harus berlatih supaya percakapanmu berlangsung kurang dari 10 menit. Ingat, jangan sampai kamu menghabiskan waktu orang lain. Latihlah script ini berulang kali agar kamu lebih percaya diri disaat menelpon. 30 detik pertama adalah penentu apakah orang yang bersangkutan mau mendengarkan celotehmu lebih lanjut. Di dalam script kamu harus mengcover

  • Nama dan nama perusahaan kamu
  • Jenis usaha
  • Problem mereka yang bisa kamu atasi
  • Permintaan kontak untuk pembicaraan selanjutnya

3. Kenali siapa yang akan kamu ajak bicara

Sebelum melakukan telpon, kenali dulu siapa yang akan kamu ajak bicara karena biasanya kamu akan berhubungan dengan gatekeeper atau si resepsionis. Kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan lewat LinkedIn atau setidaknya kamu harus tau departemen apa yang berhubungan dengan produk atau jasa yang akan kamu jual. Jadi disaat kamu ditanya oleh respsionis, langsung saja tembak “Bisa dihubungkan dengan Mr.X” atau “Bisa dihubungkan ke bagian Sales”. Setelah itu jangan lupa menanyakan nama dari si gatekeeper. Tujuannya kalau ditanya dengan Mr.X kamu bisa bilang “Saya dapat nomor telpon Bapak dari Ibu Y” sehingga paling tidak, ada semacam persetujuan dari orang lain bahwa kamu boleh melakukan percakapan ini.

4. Pendek dan Manis

Disaat berkomunikasi dengan sang Gatekeeper atau resepsionis, biasanya mereka akan bertanya “Maaf, ini dari siapa?” Cukup menjawab mereka dengan Nama dan Perusahaanmu saja. Ingat kamu berurusan bukan dengan resepsionis tapi dengan orang yang akan kamu ajak bicara. Kalau kamu berusaha “menjual” sesuatu, biasanya si resepsionis akan menolak untuk meneruskan telpon itu ke orang yang bersangkutan. Jadi pede aja. Kalau kamu telah berhasil lolos dari respsionis, Pembicaraanmu dengan yang bersangkutan harus singkat dan padat. Ingat tujuan utamamu menelpon adalah untuk mendapatkan kontak dan mengatur jadwal meeting atau follow up selanjutnya. Pembicaraan ini pun bisa menjadi filter pertama apakah orang tersebut ada ketertarikan untuk membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan.

5. Follow up

Cold calling bertujuan agar orang yang bersangkutan sedikit mengenalmu dalam level personal. Semacam ada brand awareness lah.  Jadi ini akan memudahkan kamu untuk melakukan step sales selanjutnya. Setelah kamu mendapatkan kontak (email, atau nomor whatsapp) dari orang yang bersangkutan, lanjutkan pembicaraan sales melalui media email atau whatsapp – ingat sekali lagi, jangan pernah berusaha untuk mendapatkan sales lewat telpon. Disaat kamu follow up lewat email atau whatsapp, ingatkan lagi yang bersangkutan bahwa kalian pernah melakukan pembicaraan sebelumnya.

Semoga jurus-jurus ini bermanfaat. Selamat bercold-calling ria!