Hidup Sehat

Bye-bye pembalut! Halo Menstrual Cup!

Oke saatnya kita ngobrolin hal yang sedikit tabu. Mensturasi… Si tamu yang selalu bikin para wanita deg-degan dan penuh dengan drama.

Aku pertama kali kedatangan bulan pada waktu aku berumur 10 tahun (weits muda banget!) Ya ini gara-gara waktu aku masih kecil, aku kebanyakan makan KFC yang penuh dengan suntikan hormon sih haha. Datang bulan di umur yang sangat muda benar benar menyiksa terutama pada waktu itu aku masih bersekolah dasar di sekolah Islam swasta. Setiap waktu salat dhuhur aku harus sembunyi supaya nggak ada yang tau kalau aku bolos solat. Belum lagi harus menjelaskan ke teman – teman cowok kenapa aku tidak pergi ke masjid.

Buat kebanyakan wanita, datang bulan adalah waktu yang amat merepotkan. Selain terkadang kita dilanda kram dan juga PMS sebelum datang bulan. Setiap malam kita khawatir kalau pembalut kita tembus dan menyisakan noda di tempat tidur. Setiap bepergian harus mempersiapkan pembalut. Setiap kali pipis kita harus ganti pembalut. Dan setiap selesai pipis kita harus membungkus rapi pembalut agar tidak ada yang tau. Belum lagi bau darah yang amis dan terkadang pada saat kita sedang deras-derasnya, serasa seperti memakai celana basah. Eugh! inilah keribetan para wanita setiap bulannya.

Sewaktu aku tinggal di Amerika, pembalut tidak banyak tersedia seperti di Indonesia. Kebanyakan para wanita disana menggunakan tampon. Tampon adalah pembalut yang berbentuk seperti kapsul, dan penggunaannya dimasukkan ke dalam vagina. Jujur aku lebih suka pakai tampon daripada pembalut karena aku bisa beraktifitas normal bahkan juga bisa dipakai untuk berenang dan tidak gampang tembus. Tapi tampon juga masih memiliki kekurangan seperti kalau belum penuh, tampon akan terasa sakit saat dikeluarkan. Dan belum lagi iritasi yang terkadang timbul dan lebih rentan akan infeksi bakteri.

Apa itu Menstrual Cup?

So baru baru ini aku menemukan produk baru yang benar-benar game changing untuk produk menstruasi. Produk ini namanya menstural cup. Bentuknya unik seperti mangkuk kecil dan ini terbuat dari silikon. Penggunaan menstrual cup sama seperti tampon, jadi sebelum dimasukkan ke dalam vagina kita harus melipatnya terlebih dahulu (seperti di gambar) . Setelah masuk maka lipatan cup akan berubah bentuk seperti mangkuk dan akan menadah darah menstruasi kita. Mangkuk ini mampu menampung darah sampai 10 jam lebih. Menstrual cup juga punya banyak brand-nya salah satunya adalah  Mooncup.Tinggal googling aja deh. Setelah mencoba, aku tidak akan pernah kembali menggunakan pembalut atau tampon!

Bagaimana rasanya pakai Menstural Cup?

Pada saat aku coba pertama kali, aku cukup takjub karena tidak terasa apa apa. Tidak ada rasa seperti benda asing masuk ke dalam tubuhku. Hal kedua yang aku raasakan adalah badanku berasa enteng, beda dengan tampon yang serasa seperti ada beban berat yang menggantung. Karena bentuknya seperti mangkuk, maka menstrual cup memberikan efek suction yang menghalangi udara keluar masuk, sehingga tidak memungkinan untuk tembus. Untuk membersihkan cup nya pun sangat mudah, pada saat penuh atau kapanpun aku mau, aku tinggal mengeluarkan menstrual cup nya, aliri dengan air bersih, dan masukkan kembali. Tidak ada bau darah kering, tidak perlu sembunyi sembunyi bawa pembalut ke kamar mandi, tidak perlu lagi membuang uang untuk beli berpak-pak pembalut. Kalau mengeluarkan nya pun cukup gampang, cukup ngedhen! (serius) dan cup akan keluar perlahan-lahan dengan sendirinya. Tidak seperti pembalut dan tampon yang didesain oleh pria dan perusahaan besar seperti Johnson&Johnson atau Kotex. Menstrual cup didesain dan dipatenkan oleh seorang wanita bernama Leona Chalmers. I have to say, I really appreciate its design and functionality.

Dampak pembalut tradisional terhadap lingkungan kita

Tahu gak kalau rata-rata wanita menghabiskan 11,000 -17,000 pembalut seumur hidupnya, ini setara dengan 140 kg pembalut yang kita buang. Dan kalau kita pikir oh pembalut itu kan terbuat dari katun. hahaha anda salah besar. Pembalut yang kita gunakan saat ini mengandung 90% plastik dan hanya 10% katun. Jadi satu pembalut memerlukan waktu 500-800 tahun untuk mengurai. (what?) Karena terbuat dari plastik maka gak heran kenapa banyak wanita yang mengeluhkan iritasi dan rasa gatal sewaktu memakai pembalut. Atau bahkan perasaan tidak nyaman. Karena plastik grade rendah memiliki bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Belum lagi darah yang kering bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka menstural cup jadi alternatif yang lebih baik buat para wanita dan juga lingkungan kita.